Yen Stabil Namun Sulit Untuk Menguat

Yen bertahan stabil terhadap mata uang utama, karena Index Manager Pembelian Manufactur dibulan juli, menunjukan melemah nya pembelian sejak November 2016, PMI Manufactur bulan ini turun hingga 52,2 dari angka 52,4.

Meskipun nilai ini adalah yang terendah sejak akhir 2016, angka PMI hari ini menandai bulan kesebelas ekspansi untuk mengukur inflasi.

Sebuah tanda dari nilai diatas 50 ekspansi sinyal dan kurang dari 50 mengindikasi kontraksi.

Bank of Japan yang baru-baru ini mengeluarkan kebijakan mengenai target inflasi 2 persen hingga 2020/2021, dan diragukan kebijakan moneter jepang yang sangat ekspansif akan menguat dalam waktu dekat.

Hal ini juga disebabkan melemahnya Yen yang terjadi pasca kekalahan Perdana Mentri pertahanan Shinzo Abe, pada pemilihan umum 1 minggu sebelum pertemuan G-20.

Partai Liberal Jepang yang mengusung Shinzo Abe kalah telak, dimana hanya mendapatkan 1 buah kursi dari total 127 kursi dalam pemilu anggota DPRD Tokyo.

Banyak pengamat mengomentari bahwa kekalahan telak LDP karena empat faktor yaitu mantan pemimpin LDP di pemda Tokyo Uchida yang dianggap bermain politik kotor sehingga banyak yang tidak percaya lagi serta diskriminasi terhadap Koike.

Hal kedua penyebab kekalahan karena skandal sekolah Moritomo Gakuen terhadap istri Abe, Yukie, yang dituduh memberikan uang satu juta yen kepada pimpinan sekolah tersebut. Kenyataan pimpinan sekolah melakukan kebohongan dan bersaksi bohong di depan parlemen.

Hal ketiga adalah komentar Menteri Pertahanan Jepang Tomomi Inada yang memohon dukungan Kementerian Pertahanan dan Badan Beladiri Jepang (SDF) mendukung pemilu dianggap salah dan tidak pantas.

Kekalahan LDP keempat juga akibat penghianatan yang dilakukan partai koalisinya, Partai Komeito di pemda Tokyo ternyata mendukung Koike 100 persen sehingga suara Komeito banyak terbantu meningkat gara-gara mendukung TF.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*