Telatnya Pengumuman Tingkat Suku Bunga Membuat Para Analis Bingung

 Bank Indonesia menyalahkan upacara yang diadakan Otoritas Jasa Keuangan atau OJK,yang menyebabkan keterlambatan pengumuman tingkat suku bunga hingga mendekati tengah malam di Jakarta, Kamis 20 Juli.

Hal ini membuat para analis bingung dan menciptakan spekulasi bahwa Bank Sentral mungkin telah menunggu konfresi pers, terkait kebijakan moneter Bank Sentral Eropa, Mario Draghi. Yang telah berlangsung berjam-jam sebelumnya.

Indonesia mempertahankan suku bunga acuan sebesar 4.75%, hal ini sesuai dengan yang diperkirakan 19 Eknom.

Juru bicara Bank Indonesia Arbonas Hutabarat mengatakan, pertemuan tertunda dikarenakan beberapa anggota pejabat Bank Sentral menghadiri sebuah upacara yang diadakan Otoritas Jasa Keuangan atau OJK, pada sore hari.

“Tidak ada hubungan dengan ECB”

Kebijakan dan keterlambatan waktu pengumuman tersebut  menuai banyak keritikan salah satunya Gareth Leather,Ekonom Asia Capital Ltd di London, “Pernyataan kebijakan tersebut tidak memberikan petunjuk mengapa pertemuan tersebut berlangsung sampai larut malam.”

Sebelumnya Indonesia mendapat applause atas keberanian nya mengambil resiko setelah memangkas suku bunga sebanyak enak kali dalam satu tahun sepanjang tahun 2016.

Tidak sampai disitu, Indonesia mengurangi batas cadangan pada kreditur di bulan Juli untuk membantu mendorong pemberian pinjaman dan mendukung ekspansi ekonomi.

Otoritas moneter mengatakan pada hari Kamis bahwa inflasi – yang telah meningkat baru-baru ini karena kenaikan biaya makanan dan listrik – akan tetap berada di dalam target 3 persen menjadi 5 persen, sementara rupiah telah stabil.           `

Imbal hasil 10 tahun obligasi Indonesia, selama obligasi negara AS telah melebar 18 basis poin dari level terendah 2013 pada 450 yang dicapai pada 5 Juli. Melawan jatah dana Jerman yang serupa, spread tersebut hampir mencapai level terendah sejak 2014 pada level 641. Dana asing telah Menjual utang Indonesia senilai 6,4 triliun rupiah ($ 481 juta) sampai Juli. Rupiah telah menguat 1,1 persen pada 2017 dan naik 0,2 persen menjadi 13.314 per dolar pada pukul 2:41 pagi. Di Jakarta pada hari Jumat

Perekonomian Indonesia kemungkinan akan meningkat pada tingkat yang sedikit lebih cepat pada kuartal kedua sekitar 5,1 persen, Asisten Gubernur Dody Waluyo mengatakan kepada wartawan di Jakarta. Ada tanda-tanda awal bahwa pertumbuhan penjualan ritel membaik.

 

Analisa :

*Rupiah dengan signifikan akan menguat, kebijakan mempertahankan nilai suku bunga yang dilakukan oleh Bank Indonesia adalah sebuah keberanian yang harus diapresiasi, dikala bank sentral lain di seluruh dunia ramai-ramai menurunkan tingkat suku bunga dengan harapan menekan angka inflasi.

Berdasarkan keterangan di atas Indonesia berada dalam posisi aman untuk investasi, belum lagi didukung pembangunan infrastruktur yang kian meningkat dengan waktu yang singkat tentu akan mengundang banyak investor asing.

Jika terus berada dalam posisi seperti ini tak menutup kemungkinan Rupiah akan ditutup 13.100 per dolar pada akhir tahun 2017.

Namun apabila keputusan mempertahankan nilai suku bunga sebesar 4.75% justru membuat nilai inflasi terpuruk hingga diatas angka target yaitu 5%, maka tak menutup kemungkinan rupiah akan ditutup di angka 14.000 hingga 14.300 per dolar pada akhir tahun.

2 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*