Bank Of Japan Dengan Kebijakan Stimulus Moneter

Source : Japanese Times

Bank Of Japan mempertahankan kebijakan stimulus moneter nya, hal ini menyebabkan mendorong proyeksi waktu untuk mencapai inflasi 2% untuk yang ke enam kalinya.

Menyebabkan prospek harga yang diturunkan kian meningkat, hal itu tentunya menimbulkan banyak pertanyaan tentang keberlanjutan stimulus BOJ, disaat Bank Sentral lain nya beralih ke normalisasi kebijakan moneter mereka.

Dengan menunda lagi waktu untuk mencapai sasaranharga, BOJ mengakui kebutuhan terus mereda, paling tidak beberapa tahun lagi, yang diprediksi di luar tahun 2020. Karena kenaikan pajak penjualan mulai berlaku di akhir tahun 2019

Kedepannya, akan ada lebih banyak perhatian pada keberlanjutan stimulus,dari para Trader dan anggota parlemen” ucap Shirawaka

Gubernur BOJ Haruhiko Kuroda megatakan disesalkan Bank Sentral perlu menekan kembali sasaran inflasi, dengan megatakan bahwa pihaknya tidak sengaja membuat ramalan yang terlalu optimis. Dia mencatat bahwa berita inflasi besar-besaran yang menyebar saat ini ulah dari Bank Sentral A.S. dan Eropa.

Analisa :

*Berdasarkan rumor inflasi besar-besaran di jepang yang berkembang ditambah kebijakan BOJ yang mempertahankan stimulus moneter, di prediksikan Yen dibulan ini hingga agustus pertengahan akan mengalami penurunan.

Namun tidak begitu signifikan, hingga perlahan tapi pasti Yen akan kembali menguat.

Apa lagi jika dalam beberapa waktu kedepan Jepang membuat laporan keuangan yang baik, tingkat pengangguran yang kian berkurang, serta rendah nya nilai suku bunga. Akan mengembalikan kepercayaan diri ekonomi Jepang, serta nilai investasi dimata investor dunia.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*